Pangeran Kodok #1
Di suatu hutan
beton yang perkasa dengan kegemuruhannya, hiduplah Pangeran kodok yang hidup
dalam keramaian namun ia sendirian. Sang pangeran kodok merasa hidupnya amat
membosankan.
Pada suat malam
yang hangat, pangeran kodok melangkahkan kakinya untuk mengerjakan tugas
kepangeranannya. Tapi, langkahnya terhenti saat melihat sebuah laptop yang
menganga. Kemudian didekatinya laptop itu dengan perasaan penuh tanda tanya.
“mengapa kamu
menatapku seperti itu?”
“ah, tidak. Aku
hanya heran yang sedang menganga sendirian.” Jawab pangeran.
“ada apakah
gerangan?” tambahnya.
Laptop itu
hanya diam sambil menundukkan wajahnya.
“tak usah kamu
bersedih dengan hidupmu yang sepi. Tahukah kamu, hidupku lebih sepi dari apa
yang kamu alami” ungkap pangeran.
“memangnya kesepian
seperti apa yang kau rasa wahai pangeran? Aku melihatmu gagah dan kuat” tegas
si laptop.
“aku hidup,
tapi aku tak merasa memiliki kehidupan. Setiap kali aku seperti tak dianggap. Aku
sangat sedih. Aku tak tahu apakah aku mempunya seorang teman atau tidak” tutur
pangeran dengan perasaan hampa.
“oh, maafkanlah
aku wahai pangeran. Aku tak bermaksud membuatmu sedih” sambut laptop dengan
penyesalan.
“tak
mengapa... untuk menghilangkan gundahku, maukah kamu menjadi temanku yang
mengisi yang mengisi kekosongan ini?” ungkap sang kodok.
“maafkanlah
aku wahai pangeran, aku bukanlah teman yang baik untukmu. Tapi kamu busa
menggunakanku untuk keperluanmu. Maka dari
itu, gunakanlah aku untuk kebaikan, semoga dengan begitu akan menghasilkan yang
baik pula” tegas sang media.
Kedekatan pun
mulai terjalin sejak malam itu. Gelapnya malam pun semakin pekat dengan gemuruh
sepanjang malam. Akhirnya, pangeran kodok kembali ke singgasananya untuk
beristirahat di malam itu dan melanjutkan aktivitasnya esok hari.
terus berkarya gan :D
ReplyDeletemakasih ye bro.... (y)
Delete