Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Psikologi Industri Organisasi

Psikologi Industri Organisasi merupakan suatu subdisplin dari ilmu psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam suatu konteks organisasi, apakah organisasi industri ataukah organisasi nirlaba, serta pengaruh timbal balik antara individu dan organisasi tempatnya berkarya. Psikologi Industri Organisasi adalah Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam perannya sebagai tenaga kerja, Anggota organisasi, konsumen, baik secara individu maupun kelompok untuk kepentingan manusia dan organisasinya (Munandar, 2001).

Psikologi Faal

Psikologi Faal adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan fungsi dan kerja alat-alat dalam tubuh, kemudian menjelaskan perilaku dalam artian biologis/fisiologis. Psikologi Faal dalam perkembangan baru juga disebut dengan BIOPSIKOLOGI. Psikologi Faal bertujuan meninjau kondisi faali atau kondisi biologis yang mempengaruhi fungsi-fungsi perilaku. Ada 3 fungsi utama yang mempengaruhi perilaku individu, yaitu: fungsi kognisi (pikiran), fungsi afeksi (emosi), dan fungsi konasi (kemauan / kehendak).

Filsafat Ilmu dan Logika

Ilmu adalah suatu metode berpikir secara objektif dimana tujuannya menggambarkan makna terhadap dunia faktual. Pengetahuan yang diperoleh dari ilmu, diambil proses observasi, eksperimen, klasifikasi dan analisis. Logika Merupakan Ilmu tentang kaidah-kaidah yang dapat membimbing manusia ke arah berpikir secara benar yang menghasilkan kesimpulan yang benar sehingga kita terhindar dari berfikir secara keliru dan menghasilkan kesimpulan yang salah.

Cinta Harus Memiliki

"Suatu hari, saya duduk di bangku plastik yang biasa kami duduki saat kuliah. Tiba-tiba dari kejauhan, temanku datang mendekat, lalu mengambil kursi dan duduk disamping tembok pembatas di lantai 2 tembat biasa kami nongkrong. Lalu dia menoleh ke arahku sambil berkata "cinta tak harus memiliki" "loh...!!!" saya kaget. Begitulah lebih kurang ilustrasi saat orang berkata cinta tak harus memiliki. Dan kalimat itulah yang banyak disebut oleh kalangan muda-mudi saat ini. Kenapa? Yah... namanya juga anak muda zaman sekarang, pacaran sana-sini lalu sakit hati, galau deh jatuhnya.

Berilah Seikhlas Menerimanya

Semua orang pasti senang saat menerima sebuah hadiah. Apalagi hadiah itu adalah suatu hal selama ini sangat diidamkan, tentu dengan rasa gembira akan menerima hadiah itu. Nikmatnya seperti "menerima durian runtuh" . Tapi bagaimana saat kita berada pada posisi sebagai sang pemberi? Apkah kita keberatan untuk memberi hal yang sangat diinginkan penerimanya? Jika tak senang memberi, mengapa saat menerima kita malah senang?