Skip to main content

Berilah Seikhlas Menerimanya

Semua orang pasti senang saat menerima sebuah hadiah. Apalagi hadiah itu adalah suatu hal selama ini sangat diidamkan, tentu dengan rasa gembira akan menerima hadiah itu. Nikmatnya seperti "menerima durian runtuh".

Tapi bagaimana saat kita berada pada posisi sebagai sang pemberi? Apkah kita keberatan untuk memberi hal yang sangat diinginkan penerimanya? Jika tak senang memberi, mengapa saat menerima kita malah senang?



Kata pepatah lama, "apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik hasilnya". Jika hal baik yang telah kita berikan, maka hal baik pula yang akan mendatangi kita.

Ngomong-ngomong soal memberi, kenapa kita harus memberi, dan hal yang kita beri adalah hal yang terbaik? Karena kita juga akan menjadi sang penerima, bukankah hal yang terbaik juga yang kita harapkan? Ada kalanya kita yeng memberi bantuan, namun suatu saat kita juga akan mendapatkan bantuan. Bantuan yang tak terduga dan sangat berharga.

Namun demikian adanya, jangan pernah berharap untuk menerima sesuatu saat kita memberikan. Disinilah suatu rasa yang disebut ikhlas akan bermain. Jika rasa ikhlas saat melepaskan itu muncul, maka nikmat yang akan datang untuk kita telah berisap-siap menungg waktu yang tepat untuk menampakkan dirinya, sehingga nikmat itu menjadi sesuatu yang benar-benar nikmat bagi kita yang menerimanaya.

Membayangkan betpa nikmatnya sesuatu yang akan kita terima, tentunya kita harus kembali dalam kenyataan, apa ygn telah kita beri dan seberapa jauh rasa ikhlas kita? Mengingat hal ini, maka berilah sebuah kebaikan bagi penerimanya dengan penuh keikhlasan, tanpa mengingat dan mengungkit apa yang telah kita berikan sebelumnya.

Yakinlah akan ada balasan yang leih baik dari kebaikan yang telah kita beri. Semoga amal baik yang telah kita lakukan diterima di sisi-Nya. :)

Comments

Popular posts from this blog

Cinta Harus Memiliki

"Suatu hari, saya duduk di bangku plastik yang biasa kami duduki saat kuliah. Tiba-tiba dari kejauhan, temanku datang mendekat, lalu mengambil kursi dan duduk disamping tembok pembatas di lantai 2 tembat biasa kami nongkrong. Lalu dia menoleh ke arahku sambil berkata "cinta tak harus memiliki" "loh...!!!" saya kaget. Begitulah lebih kurang ilustrasi saat orang berkata cinta tak harus memiliki. Dan kalimat itulah yang banyak disebut oleh kalangan muda-mudi saat ini. Kenapa? Yah... namanya juga anak muda zaman sekarang, pacaran sana-sini lalu sakit hati, galau deh jatuhnya.

Ng-autis dulu ah...

Perbedan itu terlihat nyata, lalu apakah kita akan saling merusak dengan itu? Malam Minggu datang lagi. Tengok kanan tengok kiri, tak ada roti tak ada kopi. Ginilah kalo hidup sendiri. Leptop nyala pegang dua-duanya, satu dikanan satu lagi dikiri. Sambil bengong, lirik juga si elji (hape aku, hahaha), ternyata bunyi. Pas dibuka..... yaaahhhhhh ternyata operator..... tapi gak papalah, memang operator yang paling mengerti kami. Maksud pengambilan judul kali ini bisa sobat baca di akhir posting ini :D

Psikologi Industri Organisasi

Psikologi Industri Organisasi merupakan suatu subdisplin dari ilmu psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam suatu konteks organisasi, apakah organisasi industri ataukah organisasi nirlaba, serta pengaruh timbal balik antara individu dan organisasi tempatnya berkarya. Psikologi Industri Organisasi adalah Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam perannya sebagai tenaga kerja, Anggota organisasi, konsumen, baik secara individu maupun kelompok untuk kepentingan manusia dan organisasinya (Munandar, 2001).