Hai gaes, jumpa lagi di wong parit. Dimalam jumat kali ini aku mau bahas ungkapan yang cukup familiar di telinga kita. 'Never walk alone'. Tapi sebelum itu, pada ngerasa aneh nggak sih, kenapa setiap malam jumat di sosial media malah banyak postingan yang berbau horor. Hmmm~ kayanya perlu kita bahas lebih lanjut gaes.
Meski judul posting kali ini terkesan horor, tapi aku nggak pengen bahas bagian horornya. Ya walaupun memang horor sih kalo jalan sendiri pas tengah malem ditambah lagi kalo kamu jomblo, hahaha... tapi serius gaes, aku sendiri sering ngerasa merinding sendiri kalo malam-malam jalan sendiri, mungkin karena jomblo kali ya, hahaha...
Ya namaanya aja tengah malam sapa yang nggak merinding cobak, walau pun nggak malam jumat ya tetep serem rek...
Oke, balik lagi ke fokus utama kita.
'Never walk alone' atau bisa diartikan 'Jangan pernah berjalan sendiri'. Tapi kenapa nggak boleh jalan sendiri? Selain supaya nggak di kira jomblo sama orang, nggak jalan sendiri menandakan kamu punya teman.
Oke, balik lagi ke fokus utama kita.
'Never walk alone' atau bisa diartikan 'Jangan pernah berjalan sendiri'. Tapi kenapa nggak boleh jalan sendiri? Selain supaya nggak di kira jomblo sama orang, nggak jalan sendiri menandakan kamu punya teman.
Ini serius gaes, salah satu ketakutan terbesar manusia adalah kesepian. Ditambah lagi kita hidup dalam budaya timur yang kolektif, seperi kata pepatah 'makan nggak makan asal ngumpul'. Tapi ya jangan sampe gara-gara ngumpul, pas pulang kerumah malah kelaparan, hahaha...
Memang kawan itu penting dalam kehidupan kita, entah itu pasangan, saudara, tetangga, kerabat, teman dekat atau yang lainnya. Artinya kita perlu memiliki hubungan baik dengan dengan orang lain. Dengan kata lain jangan berjalan sendiri, walaupun kamu punya kehidupan sendiri.
Karena budaya kita yang kolektif, orang yang berjalan sendiri lebih terkesan negatif. Nanti malah dibilang sombong, nggak mau nolongin kawan, dan apalah apalah lain yang konotasinya negatif.
Masalah cemoohan orang itu urusan lain. Kita sebagai manusia juga kudu hidup mandiri, jangan sampe ketergantungan sama orang lain terus. Karena kita harus membangun hidup kita sendiri sebagai makhluk individual.
Terlepas dari hidup kita sebagai individu, percayalah nggak ada ruginya kita menjadi makhluk sosial, atau dengan kata lain nggak ada ruginya kita kita membangun relasi yang baik dengan orang lain. Ya mungkin sekarang kita yang menolong orang, tapi dikemudian hari tak menutup kemungkinan kalau kita juga butuh pertolongan. Siapa yang mau peduli sama kita kalo kita aja sering nggak peduli dengan orang lain.
Memang kawan itu penting dalam kehidupan kita, entah itu pasangan, saudara, tetangga, kerabat, teman dekat atau yang lainnya. Artinya kita perlu memiliki hubungan baik dengan dengan orang lain. Dengan kata lain jangan berjalan sendiri, walaupun kamu punya kehidupan sendiri.
Karena budaya kita yang kolektif, orang yang berjalan sendiri lebih terkesan negatif. Nanti malah dibilang sombong, nggak mau nolongin kawan, dan apalah apalah lain yang konotasinya negatif.
Masalah cemoohan orang itu urusan lain. Kita sebagai manusia juga kudu hidup mandiri, jangan sampe ketergantungan sama orang lain terus. Karena kita harus membangun hidup kita sendiri sebagai makhluk individual.
Terlepas dari hidup kita sebagai individu, percayalah nggak ada ruginya kita menjadi makhluk sosial, atau dengan kata lain nggak ada ruginya kita kita membangun relasi yang baik dengan orang lain. Ya mungkin sekarang kita yang menolong orang, tapi dikemudian hari tak menutup kemungkinan kalau kita juga butuh pertolongan. Siapa yang mau peduli sama kita kalo kita aja sering nggak peduli dengan orang lain.
Secara kita dari awal jenjang pendidikan sudah diajari kalo manusia itu makhluk sosal, artinya kita nggak bisa hidup tanpa orang lain atau dengan kata lain 'aku tanpamu, butiran debu'. Kalo dari awal kita nggak bisa hidup sendiri, berarti kita nggak akan pernah bisa berjalan sendiri. Kita selalu butuh orang lain sampe akhir hayat kita. Menyedihkan bukan?
Ya menyedihkan, tapi kenapa masih saja kita menyombongkan diri dan merendahkan orang lain? Yap, perlu introspeksi diri dulu gaes~
Ya menyedihkan, tapi kenapa masih saja kita menyombongkan diri dan merendahkan orang lain? Yap, perlu introspeksi diri dulu gaes~
Aku pernah dengar kalau kita ngerendahin atau menghina sebuah ciptaan, itu sama aja kita menghina penciptanya. Ih, kan serem...
Yap, mumpung dimalam yang benuh berkat ini, mari kita introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas hidup kita sebagan makhluk terbaik yang diciptakan di dunia ini. Semoga postingan kali ini bermanfaat gaes~
Wassalam

Bahas tentang persahabatan dong aznil😊
ReplyDeleteSip dah mbak ulfa. Kapan kapan tak cobak bahas.
Deletenewbie nyimak wkwkw
ReplyDeletemaksih dah mampir sob
Delete