Halo gaes, jumpa kembali bersama saya di Wong Parit.
Oke, sesuai judulnya, kali ini aku mau bahas film yang baru saja aku tonton (dengan cara ilegal tentu saja, hehehe) 'San Andreas'... kalo kamu suka dengan film ini dukunglah dengan menontonnya di bioskop terdekat di kotamu atau beli DVD originalnya. Jangan kaya saya ya.... hahaha
Oke, sesuai judulnya, kali ini aku mau bahas film yang baru saja aku tonton (dengan cara ilegal tentu saja, hehehe) 'San Andreas'... kalo kamu suka dengan film ini dukunglah dengan menontonnya di bioskop terdekat di kotamu atau beli DVD originalnya. Jangan kaya saya ya.... hahaha
Oh, sebelumnya aku mau bilang dulu bahwa postingan ini mungkin review nggak jelas ya... karena pada dasarnya aku menilai film ini dari sudut pandang saya sendiri, kesannya jadi subjektif. Kalo sekiranya sobat pembaca punya pendapat sendiri, bisa di sampein lewat kolom komentar di bawah yak...
Oke langsung saja. San Andreas, film ini yang rilis sejak 29 Mei 2015 sudah berhasil masuk ke dalam jajaran film box Office. Dengan genre yang menurut aku didominasi oleh thriller, aku rasa nggak ngecewain. Soalnya dari awal filmnya sudah dikasih sogokan adrenalin dengan adegan penyelamatan di jurang yang cukup greget.
Sejauh yang aku perhatiin, film ini punya alur maju yang dibumbui dengan sedikit kenangan dari toko utama yang anaknya mati di sungai (hati-hati kalo lagi main di sungai ya gaes...). Nggak kaya Naruto yang alurnya maju mundur, dan yang lebih parah beberapa bulan ini alurnya mundur nggak jelas (yah, lupakan soal Naruto).
Balik lagi ke San Andreas, ceritanya cukup bagus ya dengan latar gedung gedung tinggi yang pada ambruk. Dengan genre thriller menurut aku cukup gereget dengan segala tanah, air, api, dan udara (cie avatar...) yang sangat bergejolak. Ini cukup membuktikan betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya. Walaupun dalam cerita ini ada orang yang mereka sebut ilmuwan yang katanya mampu memprediksi datangnya gempa. Tapi tetap saja mereka nggak punya kuasa untuk menghentikan itu semua. Aku rasa ini segelintir pesan moral yang aku tangkep dalam film ini. Seenggaknya beberapa adegan dalam film ini menurut aku bisa di jadiin contoh bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari yang manusia bayangkan, dalam hal ini aku ngomingin soal Tuhan tentu saja. Selain itu, palinggak film ini juga secara nggak langsung memberikan kode-kode bahwasanya hari akhir (kiamat) itu bener bener ada ya gaes, penghancuran besar-besaran (semoga dapat meningkatkan keimanan kalian gaes).
Selain thriller, aku pikir film ini juga adventure tapi agak nggak masuk akal. Aku nyoba masuk ke dalam film ini, tapi aku masih nggak habis pikir bagaimana bisa si botak yang dalam hal ini jadi tokoh utama bisa nyelametin keluarganya yang jaraknya puluhan mil. Aku nggak tau berapa pastinya ya, tapi dalam satu adegan ada seorang tua yang mengatakan jalan memutar untuk menuju tempat yang si botak tuju adalah sekitar 70mil. Gile bener, jauh bener itu men kalo ceritanya di Indonesia. Yah, jaraknya mungkin bukan pertimbangan besar ya, karena beberapa kali si botak pake jalur udara.
Oke kita pindah topik, sebernya ada beberapa hal yang nyebelin dari film ini. Kenapa enggak, si botak itu kan ceritanya tim penyelamat (kalo di Indonesia mungkin bisa dibilang tim SAR), bukannya dia nyelametin orang banyak, malah dia nyelametin istri dan anaknya yang letaknya di entah berantah. Ya walau pun si botak masih bisa dibilang sebagai pahlawan bagi keluarganya, tapi aku masih sebel karena dia mengabaikan kepentingan orang banyak. Kaya “di sini” aja, pegawainya lebih mentingin diri sendiri serta keluarganya dan terliat ketus kalo yang minta layanan ke dia adalah orang yang bukan dia kenal. Padahal kan sudah jadi tugasnya melayani, kalo nggak mau melayani kami, nggak usah jadi pegawai (sakit ati aku men, bener dah).
Ada satu lagi yang aku bener-bener sebel dari film ini. Bayangin, bagaimana mungkin kamu lagi kena tsunami masih sempet mikir "cabul". Aku rasa nggak masuk akal ya ada orang ciuman pas lagi kena bencana (nggak bener ni men... nggak bener...)
Terakhir buat film ini, ada satu adegan yang terlalu mainstream ya. Yaitu adegan di mana orang penting dalam cerita nggak jadi mati. Nggak kaya tokoh antagonis yang selalu mati dengan cara mengenaskan. Apa salahnya coba tokoh protagonis juga dimatikan. Sesekali pilih jalan yang sedikit berat ngapa? Kenapa semua film harus berakhir dengan happy ending? Ya film ini akhirnya happy ending dengan si botak dan keluarganya yang tetap utuh, padahal berapa banyak orang di luar sana yang keluarganya terpisah pisah bahkan habis. Yah, mungkin ini bisa dibilang keberuntungan dari sitokoh utama ya.... yaaa kita terima ajalah ya.... namanya juga film, kalau filmnya mau dilurusin kaya apa yang aku pikirkan, mungkin film ini nggak akan jadi film..
Oke, mungkin cukup sekian coretan saya tentang film San Andreas. Oh iya, saya nggak nyebutin tokoh tokoh utama dalam film ini karena memang saya nggak kenal dengan nama-nama aktor-atau pun aktrisnya. Namun yang cukup familiar di ingatan saya adalah si botak, kami lebih mengenalnya dengan sebutan The Rock, soalnya dulu dia sangat populer di acara gulat di tv, WWE atau WWF saya juga nggak pasti, tapi yang jelas kami wong parit lebih kenal dia dengan sebutan The Rock.
Zip Gaes,
Wassalam

men,,, kapan lu mau ubah postingan lu lagi,,, capek gua baca yang itu2 aja
ReplyDeleteHahaha, tunggu aja tanggal mainnya kak umi... hahahaha
Delete